Articles

Mengapa Jepang Menjadi Tujuan Utama Pengiriman Caregiver dari Indonesia

Mengapa Jepang Menjadi Tujuan Utama Pengiriman Caregiver dari Indonesia

1. Krisis Demografis: Jepang sebagai Negara dengan Populasi Lansia Terbesar Dunia

Jepang menghadapi transformasi demografis yang sangat cepat. Sebagai salah satu negara dengan populasi lansia tertinggi di dunia, rasio penduduk usia 65 tahun ke atas terus meningkat tajam. Peningkatan jumlah lansia ini menciptakan permintaan besar terhadap pelayanan jangka panjang dan perawatan lansia, namun di sisi lain jumlah pekerja domestik yang siap dan mampu memenuhi kebutuhan tersebut terus menurun karena rendahnya angka kelahiran dan populasi usia produktif yang mengecil.  Akibatnya, banyak panti jompo, rumah sakit dan layanan perawatan lansia di Jepang kekurangan tenaga profesional — termasuk caregiver — sehingga mereka membuka diri kepada pekerja asing sebagai salah satu solusi utama. 

2. Kebutuhan Tenaga Kerja yang Sangat Tinggi di Sektor Caregiving

Krisis tenaga kerja ini bukan sekadar prediksi. Survei internal menunjukkan bahwa proporsi fasilitas yang mengalami kekurangan staf mencapai puluhan persen, dan proyeksi kebutuhan tenaga caregiving hanya akan semakin meningkat. Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, Jepang diperkirakan akan mengalami kekurangan ratusan ribu tenaga kerja di sektor ini dalam beberapa dekade ke depan.    Permintaan tinggi ini membuka peluang kerja yang stabil dan terstruktur di Jepang — sesuatu yang terus menarik para calon pekerja dari negara-negara seperti Indonesia. 

3. Sistem Rekrutmen dan Program Imigrasi yang Mendukung

Jepang memiliki beberapa skema legal dan formal yang dirancang khusus untuk merekrut pekerja caregiving dari luar negeri, antara lain:

  • Specified Skilled Worker (SSW) — program yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor-sektor tertentu, termasuk caregiving. 
  • Technical Intern Training Program (TITP) — jalur pelatihan kerja yang juga mencakup caregiving. 
  • Economic Partnership Agreement (EPA) dengan Indonesia — kerjasama bilateral yang memungkinkan calon caregiver dan perawat Indonesia masuk ke Jepang untuk bekerja sekaligus mengikuti pelatihan dan ujian profesional. 

Skema-skemanya menciptakan kanal yang jelas bagi pekerja Indonesia untuk menuju Jepang secara legal, dengan status tinggal yang diatur, pelatihan bahasa Jepang, serta kesempatan bekerja dalam sistem kesehatan dan perawatan masyarakat Jepang. 

4. Faktor Ekonomi: Gaji dan Peluang Finansial

Meskipun pekerjaan sebagai caregiver bersifat fisik dan emosional menantang, upah di Jepang umumnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang bisa diperoleh di Indonesia dalam posisi serupa. Hal ini menjadi daya tarik kuat bagi banyak pekerja migran Indonesia untuk mempertimbangkan karier profesional di luar negeri, terutama untuk mereka yang ingin membantu kondisi finansial keluarga di tanah air. 

5. Surplus Tenaga Perawat Indonesia dan Kecocokan Keterampilan

Indonesia sebenarnya memiliki kelebihan tenaga perawat dan caregiver yang belum terserap sepenuhnya di dalam negeri. Ketika sistem pendidikan kesehatan kita berhasil meluluskan ribuan perawat setiap tahunnya, Jepang memiliki permintaan akan tenaga dengan keterampilan serupa yang sangat tinggi. Sinergi ini menciptakan jalur kerja yang saling menguntungkan: Indonesia “mengirimkan” keterampilan yang dibutuhkan, sementara Jepang menyediakan lapangan pekerjaan.

 

6. Citra dan Reputasi Caregiver Indonesia

Dilaporkan bahwa perawat dan caregiver Indonesia dikenal memiliki sikap kerja yang ramah, telaten, dan sigap, sehingga mereka mudah diterima di lingkungan kerja Jepang yang terkenal disiplin dan berstandar tinggi. Beberapa perwakilan Jepang mengapresiasi kualitas kerja ini, yang turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara mitra dalam penyediaan caregiver asing. 

7. Dukungan dan Kerja Sama Pemerintah

Kerja sama bilateral antara pemerintah Indonesia dan Jepang dalam sektor ini terus diperkuat. Program pelatihan, seminar kompetensi, dan kolaborasi institusional — seperti yang digagas oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan JICA — menunjukkan bahwa hubungan ini bukan hanya soal migrasi tenaga kerja, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Lembaga Pelatihan Kerja Padjadjaran Mitra (LPK Padma) merupakan salahsatu LPK yang melakukan pelatihan untuk selanjutnya dapat ditempatkan di Jepang.  LPK Padma berkomitmen dalam menjalankan misinya agar dapat menghasilkan lulusan yang handal serta siap bekerja.   LPK Padma dapat dihubungi melalui www.lpk-padma.id atau berkontak langsung dengan CP kami di  +62 852 5000 0112